Material

Memahami Perbedaan Waterproofing Membrane dan Waterproofing Coating, Sebagai Metode untuk Pelapis Anti Air

Waterproofing Membrane

Sebelum membahas lebih jauh tentang waterproof membrane dan waterproof coating, kita akan membahas tentang apa itu waterproof? Apakah kalian tahu apa itu waterproof? Atau bahkan belum pernah sekalipun mendengar tentang waterproof? Bagi yang masih sangat asing dengan istilah waterproof, membaca artikel kali ini, pastinya akan mendapatkan manfaat yang sangat besar karena akan ada informasi baru yang bermanfaat.

 

Pengertian Waterproofing Secara Umum

Dalam bahasa Inggris, waterproof artinya tahan air. Sedangkan waterproofing merupakan cara yang dilakukan agar sesuatu jadi tahan atau kedap air. Selain make up, biasanya yang menggunakan waterproof adalah di bidang konstruksi bangunan. Konstruksi sebuah bangunan memanfaatkan waterproof untuk melapisi bagian tertentu yang biasanya rentan terkena air, seperti atap yang biasanya terkena hujan, ataupun pada bagian basement yang lembab. Waterproof sangat bermanfaat bagi sebuah bangunan karena menghindarkan dari tetesan air di dalam ruangan yang akan merusak komponen rumah dan furniture. Selain itu, jika air masuk ke dalam rumah, akan terasa lembab dan tidak baik untuk kesehatan.

Waterproofing dengan Bantuan Membrane untuk Melindungi Ruangan Agar Aman dari Air

Ada beberapa jenis waterproofing yang bisa diterapkan dalam pembangunan rumah, diantaranya waterproofing membrane. Jenis ini yang pertama kali dicetuskan dan dikembangkan. Disebut teknis waterproof membrane karena menggunakan material yang memiliki permukaan berstruktur dan karet ataupun yang biasa disebut dengan membrane. Teknik untuk membuat air tidak bisa merembes ke dalam ruangan dengan bantuan membrane ini biasanya dipasang untuk membuat atap yang terbuat dari beton. Caranya dengan menyusun membrane sesuai dengan kebutuhan dan dilapiskan pada semua permukaan yang ingin dilindungi. Proses ketahanan air dengan membrane ini terbuat dari beberapa bahan campuran, diantaranya bahan dari karet yang dicampurkan dengan propilena, monomer yang merupakan bahan kimia dan etilena.

Kelemahan Penggunaan Membran Sebagai Bahan Waterproofing

Nah, untuk produk jenis membrane sendiri ada beberapa hal perlu diperhatikan dan cenderung menjadi kekurangannya, yaitu perawatannya lebih sulit karena lebih mudah rusak saat dipasang. Selain itu, proses pemasangannya juga memakan waktu yang cukup lama, sehingga waktu penyelesaian proyek sebuah bangunan juga lebih lama dan pasti biaya lebih tinggi. Usia membrane tidak bisa bertahan dalam waktu yang lama, maksimal hanya 15 tahun. Untuk tahun berikutnya harus diganti. Namun untuk membrane yang dipasang di basement, durasi penggantinya justru lebih pendek. Waterproofing membrane juga mengalami kerusakan sulit untuk dibenahi apalagi jika kerusakannya ada pada basement, karena akan sangat sulit ditemukan. Memang lebih mudah untuk membenahi membrane yang dipasang di atap.

Bagaimana dengan Waterproofing Coating?

Waterproofing Coating

Jenis waterproofing selanjutnya yang akan kita bahas kali ini adalah waterproofing coating. Proses pelapisan anti bocor ini dilakukan dengan bahan polimer yang bentuknya bahan cat dan mampu menutup permukaan yang akan dilindungi. Biasanya jenis ini dipakai untuk melindungi tanki, bak, dinding dan juga bisa untuk melapisi permukaan kayu. Tak lupa, jenis metode coating untuk pelapis anti air ini juga bisa diaplikasikan pada beton. Untuk mengaplikasikan jenis waterproofing berbahan polimer ini bisa memakai kuas, roll, ataupun memakai sprai yang dibantu dengan kompresor. Pengaplikasian waterproofing coating ini harus dilakukan dengan beberapa tahap agar hasilnya maksimal.

Pertama harus dilakukan peletakan cairan anti bocor sebagai dasar. Di tahapan ini sangat menentukan kuat atau tidaknya pelapisan pada bagian yang dilapisi karena cairan harus benar-benar bisa menutup semua permukaan agar tidak terjadi kebocoran. Sedangkan tahap kedua adalah untuk memberikan ketahaan terhadap sinar UV dari panasnya matahari.

Beda Waterproofing Membran Dan Waterproofing Coating

Melihat penjelasan yang sudah diberikan sebelumnya. Waterproofing coating lebih mudah diaplikasikan dan lebih mudah dari segala sisi pembuatannya daripada waterproofing yang menggunakan membrane, namun kembali lagi kepada masing-masing kontraktor ingin menggunakan metode apa untuk melapisi bangunan agar tidak bocor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *